Selasa, 27 November 2012

Trematoda Usus

Macam-macam spesies Trematoda usus adalah: F. buski, H. heterophyes, M. yokagawai, Echinostoma, Hypoderaeum dan Gastrodiscus. F. buski adalah suatu trematoda yang didapat pada manusia atau hewan yang mempunyai ukuran terbesar diantara trematoda lainnya. Namun yang akan di bahas hanya cacing jenis F. Buski saja.

1. Morfologi dan Daur Hidup

Cacing dewasa yang di temukan pada manusia mempunyai ukuran panjang 2-7,5cm dan lebar 0,8-2,0 cm. Bentuknya agak lonjong dan tebal. Biasanya kutikulum di tutupi duri-duri kecil yang letaknya melintang. Duri-duri tersebut sering rusak karena cairan usus.batil isap berukuran kira-kira ¼ ukuran batil isap perut. Saluran pencernaan terdiri dari prefaring yang pendek, faring yang menggelembung, eshofagusyang pendek, serta sepasang sekum yang tidak bercabang, dengan dua indentansi yang khas. Dua buah testis yang bercabang cabang letaknya agak tandem di bagian posterior dari cacing. Vitelaria letaknya lebih lateral dari sekum, meliputi badan cacing setinggi batil isap perut sampai keujung badan. Ovarium bentuknya agak bulat.
Uterus berpangkal pada ootip, berkelok-kelok kearah anterior badan cacing, ukuran bermuara pada atrium genital,pada sisi anterior batil isap perut.
Telur berbentuk agak lonjong berdinding tipis transparan, dengan sebuah operculum yang nyaris terlihat pada sebuah kutubnya, berukurang panjang 130-140 mikron dan lebar 80-85 mikron. Setiap ekor cacing dapat mengeluarkan 5000-48000 betir telur sehari. Telur-telur tersebut dalam air bersuhu 70 derajat sampai 32 derajat C, menetas setelah 3-7 minggu. Mirasidium yang bersilia keluar dari telur yang menetas, berenang bebas dalam air untuk masuk ke dalam tubuh hospes perantara I yang sesuai. Biasanya hospes perantara I tersebut adalah keong air tawar, seperti genus Segmentina, Hippeutus dan Gyraulus. Dalam keong, mirasidum tumbuh menjadi sporokista yang kemudian berpindah ke daerah jantung dan hati keong.
Bila sporokista matang menjadi koyak dan melepaskan banyak radia induk.dalam radia di bentuk banyak radia anak,yang pada giliranya membentuk serkaria,sarkaria ini seperti mirasidum yang dapat berenang bebas dalam air, berbentuk seperti kecebong ,ekornya melurus dan meruncing pada ujungnya, berukurang kira-kira 500 mikron dengan badan agak bulat dengan berukuran 195 mikron x 145mikron. Badan sarkaria ini mirip cacing dewasa yaitu mempunyai batil isap kepala dan batil isap perut. Mirasidum atau serkaria yang dalam batas waktu tertentu belum menemukan hospes, akan punah sendiri. Serkaria dapat berenang dengan ekornya, atau merayap dengan menggunakan batil isap. Serkaria tidak menunjukan kecenderungan memilih tumbuh-tumbuhan tertentu untuk tumbuh menjadi metaserkaria yang berbentuk kista.
Tumbuh-tumbuhan yang banyak di hinggapi metaserkaria adalah Trapa, Eliocharis, Eichornia dan Zizania. Laporan peneliti-peneliti lain menyatakan bahwa tumbuh-tumbuhan seperti Nymphoea lotus dan Ipomoea juga di hinggapi metaserkaria. Bila seorang memakan tumbuh-tumbuhan air yang mengandung metaserkaria tanpa di masak sampai matang, maka dalam waktu 25 sampai 30 hari metaserkaria tumbuh menjadi dewasa dan dalam waktu 3 bulan di temukan telurnya dalam tinja.

2. Patologi dan Gejala Klinis

Cacing dewasa fasciolopsis buski, melekat denan perantara batil isap perut pada mukosa usus muda seperti duodenum dan yeyenum. Cacing ini memakan isi usus, maupun permukaan mukosa usus. Pada tempat pelekatan cacing tersebut terdapat peradangan ,tukak (ulkus),maupun abses. Apabila terjadi erosi kapiler pada tempat tersebut, maka timbul pendarahan.
Cacing dalam jumlah besar dapat menyebabkan sumbatan yang menimbulkan gejala ileus akut. Pada infeksi berat, gejala intoksikasi dan sensitisasioleh karena metabolic cacing lebih menonjol, seperti adema pada muk, dinding perut dan tungkai bawah. Kematian dapat terjadi karena keadaan merana (exhaustion) atau intoksikasi.
Gejala klinis yang dini pada akhir masa inkubasi, adalah diare dan nyeri,uluhati (epigastrium). Diare yang mulanya di selingi konstipasi, kemudian menjadi persisten. Warna tinja menjadi hijau kuning, berbau busuk dan berisi makanan yang tidak di cern. Pada beberapa pasien, nafsu makan cukup baik atau berlebihan, walaupun ada yang mengalami gejala mual, muntah, atau tidak memiliki selera (semua ini tergantung dari berat ringanya penyakit)

3. Distribusi Geografis

Fasciolopsis buski adalah cacing trematoda yang sering di temukan pada manusia dan babi di RRC. Cacing ini juga dilaporkan dari berbagai negara seperti Taiwan, Vietnam, Thailand, India dan Indonesia.

4. Diagnosis dan Pengobatan

Sering gejala klinis seperti di atas di dapatkan di suatu daerah pada ademi, cukup untuk menunjukan adanya penderita fasiolopsiasis namun diagnosa pasti dengan menemukan telur dalam tinja. Morfologi telur Fasciolopsis buski hendaknya dapat bedakan dari telur cacing Fasciola hepatica, Gastrodiscoides hominis atau Echinochasmusperfoliatus.
Obat-obatan untuk trematoda usus hampir sama, yaitu tetrakloretilen, heksilresorsinol, dan praziquantel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar