Rabu, 28 September 2016

FLU


Hampir setiap orang pernah mengalami yang namanya flu, namun sebenarnya mengapa kita bisa terserang flu dan apa yang harus dilakukan saat terkena flu? Ini dia jawabannya...

Apakah Itu Flu?
Flu adalah suatu infeksi saluran pernafasan atas. Orang dengan daya tahan tubuh yang tinggi biasanya sembuh sendiri tanpa obat. Pada anak-anak, lanjut usia dan orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah lebih cenderung menderita komplikasi seperti imnfeksi bakteri sekunder. Flu ditularkan elalui percikan udara pada saat batuk, bersin dan tangan yang tidak dicuci setelah kontak dengan cairan hidung/mulut.

 
Bagaimana gejala-gejala ditimbulkan?
          ü  Demam, sakit kepala, nyeri otot
          ü  Mata berair
          ü  Batuk, bersin, hidung berair
          ü  Sakit Tenggorokan

Apa penyebab terjadinya Flu?
Infeksi saluran pernapasan bagian atas oleh virus influenza atau bakteri Haemophillus influenza.

Hal apa yang dapat dilakukan?
ü  Istirahat yang cukup
ü  Meningkatkan gizi makanan dengan protein dan kalori yang tinggi.
ü  Minum air ynag banyak dan makan buah segar yang banyak mengandung vitamin.
ü  Minum obat flu untuk mengurangi gejala/keluhan.
ü  Periksa ke dokter bila gejala menetap sampai lebih dari 3 hari.

Pengobatan yang dapat diberikan?
1.   Antihistamin
Antihistamin dapat menghambat kerja histamine yang menyebabkan terjadinya reaksi alergi. Obat yang tergolong antihistamin antara lain : klorfeniramin maleat / CTM, Difenhidramin HCl.
a.    Kegunaan obat : anti alergi
b.    Hal yang harus diperhatikan :
ü Hindari dosis melebihi yang dianjurkan
ü Hindari penggunaan bersama minuman beralkohol atau obat tidur.
ü Hati-hati pada penderita glukoma dan hipertropi prostat atau minta saran dokter.
ü Jangan minum obat ini bila akan mengemudikan kendaraan dan menjalankan mesin
c.    Efek samping :
ü Mengantuk, pusing, gangguan sekresi saluran napas.
ü Mual dan muntah (jarang)
d.    Aturan pemakaian klorfeniramin maleat (CTM)
ü Dewasa : 1 tablet  (2 mg) setiap 6-8 jam
ü Anak : < 12 tahun ½ tablet (12,5 mg) setiap
   6-8 jam Difenhidramin HCl.
ü Dewasa : 1-2 kapsul (25-50 mg) setiap 8 jam
ü Anak : ½ tablet (12,5 mg) setiap 6-8 jam 

2.  Oksimetazolin (tetes hidung)
a.    Kegunaan obat : mengurangi secret hidung yang menyumbat
b.    Hal yang harus diperhatikan :
ü Hindari dosis melebihi yang dianjurkan
Hati-hati sewaktu meneteskan ke hidung, dosis tepat dan masuknya ke lubang hidung harus tepat, jangan mengalir keluar atau tertahan.
ü Tidak boleh digunakan lebih dari 7-10 hari
ü Segera minum setelah menggunakan obat, karena air dapat mengencerkan obat yang tertahan.
ü Ujung botol obat dibilas dengan air panas setiap kali dipake.
c.    Efek samping :
ü Merusak mukosa hidung karena hidung tersumbat makin parah.
ü Rasa terbakar, kering, bersin , sakit kepala, sukar tidur, berdebar
d.    Kontra Indikasi Obat tidak boleh digunakan pada :
ü Anak berumur dibawah 6 tahun, karena efek samping yang timbul lebih parah.
ü Ibu hamil muda.
e.    Aturan Pemakaian
ü Dewasa dan anak diatas 6 tahun : 2-3 tetes/ semprot oksimetazolin 0.05 % setiap lubang hidung.
ü Anak : 2-5 tahun : 2-3 tetes/semprot oksimetazolin 0.025% setiap lubang hidung
ü Obat digunakan pada pagi dan menjelang tidur malam, tidak boleh lebih dari 2 kali dalam 24 jam  

3.  Dekongestan oral
Dekongestan mempunyai efek mengurangi hidung tersumbat. Obat dekongestan oral antara lain : Fenilpropanolamin, Fenilefrin, Pseudoefedrin dan Efedrin.
a.    Kegunaan obat : mengurangi hidung tersumbat
b.    Hal yang harus diperhatikan
Hati-hati pada penderita diabet juvenil karena dapat meningkatkan kadar gula darah, penderita tiroid, hipertensi, gangguan jantung dan penderita yang menggunakan antidepresi. Mintalah saran dokter atau apoteker.
c.    Kontra Indikasi
Obat tidak boleh digunakan pada penderita insomnia (sulit tidur), pusing, tremor, aritmia dan penderita yang menggunakan MAO (mono amin oksidase) inhibitor.
d.    Efek samping :
ü Menaikkan tekanan darah
ü Aritmia terutama pada penderita penyakit jantung dan pembuluh darah.
e.    Aturan pemakaian :
 
 Fenilpropanolamina
ü Dewasa   :  maksimal 15 mg per takaran 3-4 kali sehari
 Anak-anak 6 - 12 tahun : maksimal 7,5 mg per takaran 3-4 kali sehari.
 
 Fenilefrin
ü Dewasa  : 10 mg, 3 kali sehari
ü Anak-anak 6-12 tahun : 5 mg, 3 kali sehari.

Pseudoefedrin
ü Dewasa  : 60 mg, 3-4 kali sehari
ü Anak-anak 6-12 tahun : 5 mg, 3 kali sehari.

ANTOSIANIN


Antosianin???

Bagi sebagian orang mungkin kata ini terdengar sedikit asing, tapi bagi mereka yang berkecimbung di dunia tanaman obat pasti sudah tak asing lagi dengan kata ini. Penasaran? Yuk kepoin disini...
                                                              struktur kimia antosianin

 


Definisi ANTOSIANIN

Antosianin adalah zat warna alami yang bersifat sebagai antioksidan yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan. Lebih dari 300 struktur antosianin yang ditemukan telah diidentifikasi secara alami. Antosianin merupakan pigmen dari kelompok flavonoid yang larut dalam air, berwarna merah sampai biru dan tersebar luas pada tanaman

Sifat Fisika ANTOSIANIN

Pigmen antosianin terdapat dalam cairan sel tumbuhan, senyawa ini berbentuk glikosida dan menjadi penyebab warna merah, biru, dan violet yang banyak terdapat pada buah dan sayur. Antosianin berwarna kuat dan namanya diambil dari nama bunga. Sebagian besar, antosianin mengalami perubahan selama penyimpanan dan pengolahan
 

Sifat Kimia ANTOSIANIN

Secara kimia semua antosianin merupakan turunan suatu struktur aromatik tunggal, yaitu sianidin, dan semuanya terbentuk dari pigmen sianidin ini dengan penambahan atau pengurangan gugus hidroksil, metilasi dan glikosilasi. Antosianin adalah senyawa yang bersifat amfoter, yaitu memiliki kemampuan untuk bereaksi baik dengan asam maupun dalam basa.

 

Sifat Fisikokimia ANTOSIANIN

Sifat fisika dan kimia dari antosianin dilihat dari kelarutan antosianin larut dalam pelarut polar seperti metanol, aseton, atau kloroform, terlebih sering dengan air dan diasamkan dengan asam klorida atau asam format. Antosianin stabil pada pH 3,5 dan suhu 50°C mempunyai berat molekul 207,08 gram/mol dan rumus molekul C15H11O
 

Ekstraksi ANTOSIANIN

Ketaren (1986) menjelaskan bahwa ekstraksi adalah suatu cara untuk mendapatkan zat dari bahan yang diduga mengandung zat tersebut. Ekstraksi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ekstraksi menggunakan pelarut didasarkan pada kelarutan komponen terhadap komponen lain dalam campuran (Suyitno, 1989). Shriner et al. (1980) menyatakan bahwa pelarut polar akan melarutkan solut yang polar dan pelarut non polar akan melarutkan solut yang non polar atau disebut dengan “like dissolve like”.
 
Sumber ANTOSIANIN
Antosianin bisa didapat dari buah-buahan diantaranya anggur, rasberi, apel dan buah naga. Selain itu juga terdapat di dalam kubis merah dan petunia.


Manfaat ANTOSIANIN Bagi Kesehatan
Salah satu fungsi antosiani adalah sebagai antioksidan dengan menangkal radikal bebas, melindungi lambung dari kerusakan, menghambat sel tumor, meningkatkan kemampuan penglihatan mata, serta berfungsi sebagai senyawa anti inflamasi.

Sumber: