Rabu, 15 Agustus 2012

Laporan Struktur Anatomi Tumbuhan


PENGAMATAN STRUKTUR ANATOMI TUMBUHAN

A. Tujuan
1. Mengamati dan mengetahui struktur anatomi jaringan tumbuhan monokotil .
2. Mengamati dan mengetahui struktur anatomi jaringan tumbuhan dikotil .
3. Dapat membedakan antara jaringan tumbuhan monokotil dan dikotil.

B. Dasar Teori
Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan-jaringan yang berbeda dapat bekerja sama untuk suatu fungsi fisiologi yang sama membentuk organ. Jaringan dipelajari dalam cabang biologi yang dinamakan histologi, sedangkan cabang biologi yang mempelajari berubahnya bentuk dan fungsi jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah histopatologi.
            Jaringan tumbuhan relatif lebih homogen daripada jaringan hewan. Tumbuhan tidak memiliki kemampuan lokomosi (berpindah)/bergerak secara aktif sebagaimana hewan. Meskipun demikian, banyak sel-sel baru terbentuk untuk berbagai jaringan sebagai kompensasi banyaknya sel-sel yang mati, yang menjadi pasif karena berperan sebagai sel-sel penyimpan cadangan energi (misalnya pada buah atau umbi) atau metabolit sekunder, dan untuk mengisi jaringan baru karena tumbuhan selalu bertambah massanya, khususnya bagi tumbuhan tahunan. Jaringan yang aktif memperbanyak diri dan tidak memiliki fungsi khusus disebut jaringan meristematik, sementara jaringan yang telah mantap dengan fungsinya disebut jaringan tetap/permanen.
Tumbuhan disusun oleh organ-organ penyusunnya . Didalam organ penyusun tumbuhan tersebut terdapat jaringan-jaringan penyusun organ. Jaringan penyusun organ tumbuhan yaitu: jaringan meristem, jaringan epidermis , jaringan parenkim, jaringan kolenkim, jaringan sklerenkim, dan jaringan pengangkut. Organ tumbuhan juga mempunyai struktur anatomi masing-masing yang berbeda satu sama lain.

Jaringan Meristem
Jaringan muda, jaringan yang selalu aktif membelah (contoh: meristem primer/apical/pucuk, sekunder/lateral, dan interkalar).

Jaringan Dewasa
1.      Jaringan pelindung
a.      jaringan epidermis: melindungi jaringan yang ada didalamnya. Contoh derivate epidermis stomata dan trikoma
b.      jaringan gabus: jika epidermis rusak maka digantikan jaringan gabus, yang dibedakan atas eksodermis, endodermis, dan peridermis
2.      Jaringan parenkim (dasar)
Jaringan dasar yang kaya akan ruang antar sel (contoh: palisade, tempat fotosintesis berlangsung, jaringan parenkim spons selain sebagai tempat fotosintesis juga sebagai tempat penyimpanan hasil fotosintesis)
3. Jaringan mekanik (penguat)
a.   jaringan kolenkim: sel-selnya hidup, mengalami penebalan zat selulosa pada dinding selnya.
b.   jaringan sklerenkim: sel-selnya mati, mengalami penebalan oleh lignin
4. Jaringan pengangkut
a. floem: tersusun oleh parenkim floem, serabut floem, pembuluh tapis, sel pengiring. Berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun keseluruh bagian tumbuhan
b. xylem: tersusun oleh parenkim xylem, serabut xylem, trake, trakeid, dan unsure pembuluh. Berfungsi mengangkut air dan mineral dari dalam tanah melalui akar sampai daun.

JARINGAN EPIDERMIS
            Epidermis merupakan lapisan terluar dari daun, bunga, buah, biji, batang, dan akar sebelum mengalami penebalan sekunder. Secara fungsi dan morfologi, sel epidermis tidak seragam, ada yang bermodifikasi menjadi semacam rambut, sel penutup stomata, dan sel lain yang khusus. secara topografi dan ontogoni, epidermis merupakan jaringan yang seragam. Jaringan epidermis pada permukaan daun dan batang biasanya dilapisi semacam zat lemak yang disebut kutikula, misalnya pada daun nangka. Sementara itu, pada daun pisang dan daun keladi, epidermisnya membentuk lapisan lilin yang kedap air. Sebagian sel-sel epidermis dapat berkembang menjadi alat-alat tambahan lain yang disebut derivat epidermis, misalnya stomata dan trikomata.
Ciri-ciri epidermis:
  1. Tersusun dari sel-sel hidup.
  2. Terdiri atas satu lapis sel tunggal.
  3. Beragam bentuk, ukuran dan susunannya, tetapi biasanya tersusun rapat tidak ada ruang antar sel , bentuk seperti balok
  4. Tidak memiliki klorofil, kecuali pada tumbuhan paku
  5. Dinding sel jaringan epidermis bagian luar yang berbatasan dengan udara mengalami penebalan, sedangkan dinding sel jaringan epidermis bagian dalam yang berbatasan dengan jaringan lain dinding selnya tetap tipis.
  6. dinding sel epidermis pucuk umumnya mengandung kitin yang mengendap di permukaan membentuk lapisan kutikula dan di luarnya masih mungkin terdapat lapisan lilin.
  7. Mengalami modifikasi membentuk derivat jaringan epidermis, misal stomata, trikomata (rambut-rambut), spina (duri), vilamen , sel kipas, sel kersik (sel silika).
Fungsi epidermis :
1.      sebagai pelindung terhadap hilangnya air karena adanya penguapan
2.      sebagai pelindung terhadap kerusakan mekanik
3.      sebagai pelindung terhadap perubahan toC
4.      sebagai pelindung terhadap hilangnya zat-zat makanan.
5.      Tempat masuknya air dan mineral pada akar muda.
6.      Untuk keluar masuknya O2 dan CO2.
7.      Epidermis daun untuk trasnpirasi.

Turunan atau derivat jaringan epidermis
Ada banyak sel yang merupakan turunan atau derivat dari jaringan epidermis, antara lain trikoma, sel silika, sel gabus, sel buliform, sel litokis, sel penutup (stomata).
Trikoma
pada epidermis sering terdapat alat tambahan, baik yang unisel maupun multisel disebut trikoma. trikoma mempunyai struktur yang lebih padat, seperti tonjolan, struktur kelenjar, dan duri.
Berfungsi sebagai :
1.   Memperbesar fungsi epidermis sebagai jaringan pelindung terutama mencegah penguapan yang berlebihan. Misalnya trikomata pada daun, tulang daun, dan batang.
2.   Sebagai alat pengisap air dan garam-garam tanah, misalnya bulu akar.
3.   Membantu penyebaran biji dan memungkinkan biji-biji itu tumbuh.
4.   Melindungi tumbuhan dari gangguan luar. Misalnya rambut-rambut penyengat (pneumatokist).
5.   Sebagai alat penerus rangsang yang datang dari luar. Misalnya trikomata pada daun tembikar.
6.   Sebagai alat sekresi.
Pembagian Trikoma berdasarkan ada/tidaknya secret
a. Trikoma non glanduler (rambut biasa/rambut tak kelenjar)
Adalah trikoma yang tidak menghasilkan sekret.
Terdiri dari beberapa tipe:
         Rambut bersel satu atau bersel banyak dan tidak pipih
         Rambut sisik yang memipih dan bersel banyak
         Rambut akar
         Rambut bercabang, bersel banyak
b. Trikoma glanduler ( rambut kelenjar )
Trikoma ini disebut juga trikoma granduler, mengeluarkan sekret berbagai bahan antara lain larutan gum, larutan gula, dan terpentin. Trikoma granduler dapat tersusun oleh satu sel atau banyak sel. Trikoma granduler yang tersusun atas satu sel merupakan tonjolan kecil disebut papula atau dapat berupa sel yang panjang. Tipe kedua yang trikoma granduler terdiri atas tangkai dan kepala yang tersusun dari satu atau banyak sel. Sel kepala merupakan bagian sekretoris trikoma.
  
C. Alat dan Bahan
Alat dan Bahan :
1. Mikroskop
2. Pinset
3. Alat tulis
4. Tissue
5. Batang seledri
6. Daun cabai
7. Daun Rhoeo discolor
8. Empulur batang singkong
9. Batang Hanjuang
10. Tempurung kelapa
11. Buah Pisang

D. Hasil Pengamatan
 1.     Rhoeo Discolor
Klasifikasi:
Klasifikasi              : Spermatophyta
Divisi
                     : Angiospermae
Sub divisi
              : Monocotyledoneae
Kelas
                    : Bromeliales
Suku
                     : Bromeliaceae
Marga
                   : Rhoeo

2.    Daun Cabe (capsicum sp.)
Klasifikasi:
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
 
      Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
       Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
        Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
        Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
        Sub Kelas: Asteridae
        Ordo: Solanales
        Famili:
Solanaceae (suku terung-terungan)
         Genus:
Capsicum
          Spesies: Capsicum annum L.

3.    Empulur batang singkong (Manihot esculenta)
Klasifikasi:
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Rosidae
                         Ordo: Euphorbiales
                             Famili:
Euphorbiaceae
                                 Genus:
Manihot
                                     Spesies: Manihot esculenta Crantz


4.    Buah Pisang
Klasifikasi:
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
                     Sub Kelas: Commelinidae
                         Ordo: Zingiberales
                             Famili:
Musaceae (suku pisang-pisangan)
                                 Genus:
Musa
                                     Spesies: Musa paradisiaca

5.    Tempurung Kelapa (Cocos Nucifera)
Klasifikasi:
Divisi : Embryophyta Siphonagama
Kelas : Angiospermae
Ordo : Monocotyledonae
Famili : Arecaceae (dahulu disebut Palmae)
Sub famili : Cocoideae
Genus : Elaeis
Spesies : E.guineensis. Jacq
  
 6.    Batang seledri
Klasifikasi:
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Rosidae
                         Ordo: Apiales
                             Famili:
Apiaceae
                                 Genus:
Apium
                                     Spesies: Apium graveolens L.
  
E. Kesimpulan
Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan-jaringan yang berbeda dapat bekerja sama untuk suatu fungsi fisiologi yang sama membentuk organ.

F. Pustaka
 Sudjadi, Bagod & Laial Siti.2007.Biologi Sains dalam Kehidupan2A.Surabaya:Yudhistira.
 Amin, Moh DKK.1994.Biologi2.Semarang:PT Masscom Graphy.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar